Beranda » Mustika » Kiper PSIR Rembang Dihukum Seumur Hidup Usai Tendangan Kungfu di Liga 4 Jateng

Kiper PSIR Rembang Dihukum Seumur Hidup Usai Tendangan Kungfu di Liga 4 Jateng

Blora, mustikatimes.com- Insiden tendangan kungfu kembali mencoreng kompetisi Liga 4 musim 2025–2026. Aksi keras itu berujung pada sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup bagi kiper PSIR Rembang.

Kiper PSIR Rembang, Raihan Al Fariq, melakukan tendangan keras ke arah dada pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas Agesta, saat berebut bola. Kamera merekam momen tersebut dengan jelas.

Laga Liga 4 Jawa Tengah antara PSIR Rembang melawan Persikaba Blora pada Rabu (21/1/2026) langsung berubah tegang. Insiden itu segera menarik perhatian publik sepak bola nasional.

Tendangan tersebut membuat Rizal Dimas tidak mampu melanjutkan pertandingan. Tim medis segera membawa pemain Persikaba Blora itu ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Tiket Final Indonesia vs Iran Ludes, Indonesia Arena Siap Bergemuruh

Akun Instagram resmi Persikaba Blora mengunggah rekaman video insiden tersebut. Video itu lalu menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu reaksi keras warganet.

Kondisi Terkini Rizal Dimas

Benturan keras itu menyebabkan Rizal Dimas mengalami trauma dan luka di bagian dada. Perwakilan manajemen Persikaba Blora, Umbaran, menjelaskan kondisi terkini sang pemain.

“Posisi sudah di Blora. Rawat jalan dengan pengawasan dokter,” kata Umbaran.
“Hasil rontgen masih tahap observasi 2 sampai 3 hari ke depan, semoga baik-baik saja.”

“Kondisi pemain masih traumatik secara mental, dan butuh pemulihan, sehingga tidak mengikuti latihan, dan dirawat sementara di rumah,” lanjutnya.

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kenalkan 3J Tips Diet bagi Penderita Diabetes Melitus

Setelah insiden tersebut, PSIR Rembang menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Raihan Al Fariq dan manajer tim PSIR, Rasno, menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

“Saya sebagai kiper PSIR Rembang dalam laga melawan Persikaba Blora pada hari Rabu, 21 Januari 2026, sore tadi, saya dalam kesadaran penuh dan atas nama pribadi saya memohon maaf atas insiden yang menimpa salah satu pemain Persikaba Blora atas nama Rizal Dimas Agesta,” ujar Raihan.

“Insiden sore tadi murni akibat gerakan refleks saya tanpa ada sedikitpun niatan untuk mencederai saudara kami Rizal.”

“Saya juga minta maaf kepada segenap manajemen dan Official Persikaba Blora atas insiden sore tadi.”

Jawaban Hidup Sehat, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bagikan Tips Diet Sehat Bagi Penderita Hipertensi

“Begitu pula saya juga meminta maaf kepada manajemen dan Official PSIR Rembang,” tambahnya.

Sanksi Komdis PSSI Jateng

Komite Disiplin PSSI Jawa Tengah menggelar sidang untuk membahas insiden tersebut. Ketua Komdis PSSI Jateng, Samuel Evan Haryono, memaparkan hasil keputusan sidang secara resmi.

“Agenda sidang fokus pada tindakan tidak sewajarnya yang dilakukan penjaga gawang PSIR Rembang nomor punggung 77, atas nama Raihan Alfariq,” ujar Samuel.

“Hasil sidang menyatakan secara bulat, tanpa dissenting opinion, kami menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup serta denda sebesar Rp5 juta kepada yang bersangkutan.”

“Komite Disiplin menilai tindakan itu merupakan unsur kesengajaan,” tambahnya.

Komdis PSSI Jateng juga menjatuhkan sanksi kepada wasit pertandingan, Nur Yasin asal Kudus. Hukuman tersebut melarang Nur Yasin memimpin pertandingan selama satu tahun.

“Sesuai dengan Kode Disiplin PSSI, putusan Komdis masih dapat diajukan banding oleh pihak yang bersangkutan,” kata Samuel.
“Hukuman tidak hanya di Jawa Tengah tetapi juga secara nasional,” lanjutnya.

Insiden ini menambah daftar kasus kekerasan di Liga 4 musim 2025–2026. Sebelumnya, kejadian serupa juga muncul di wilayah Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Artikel Terkait