Jakarta, mustikatimes.com- Perahu Kertas bukan sekadar karya populer Dee Lestari. Karya ini telah menjelma menjadi fenomena lintas generasi yang terus bereinkarnasi dalam berbagai format, dari tulisan hingga panggung musikal.
Perjalanan kisah ini dimulai pada 2007 saat Dee menghadirkan Perahu Kertas sebagai cerbung digital pertama di Indonesia. Setahun kemudian, Dee menerbitkannya dalam bentuk buku cetak dan langsung menarik perhatian pembaca.
Pada 2012, rumah produksi mengadaptasi novel ini ke layar lebar lewat film Perahu Kertas 1 & 2. Film tersebut melahirkan lagu OST “Perahu Kertas” yang dinyanyikan Maudy Ayunda sebagai Kugy. Lagu itu kemudian meraih Piala Maya 2012 untuk kategori Original Soundtrack Terbaik.
Empat belas tahun berselang, tepatnya akhir Januari 2026, Trinity Optima Production dan Indonesia Kaya mengangkat Perahu Kertas ke panggung musikal. Namun perjalanan karya ini tidak berhenti di sana. Untuk album solo ketiganya, Dee Lestari akhirnya menyanyikan sendiri lagu “Perahu Kertas” yang ia ciptakan 14 tahun lalu.
Dari Cerbung ke Panggung Musikal
Membuat versi baru dari lagu dengan ratusan juta streaming tentu bukan langkah ringan. Dee Lestari bersama tim manajemennya menyusun strategi matang dan menggandeng produser Petra Sihombing. Petra merancang aransemen baru yang segar dan memiliki karakter kuat.
Petra tidak hanya memperbarui aransemen lama. Ia membentuk identitas baru untuk lagu ini. Jika versi sebelumnya menonjolkan gitar akustik yang lembut, Petra kini mengangkat gitar elektrik dengan sentuhan lebih edgy. Ia juga menyusun grafik lagu yang lebih dinamis dan membangun klimaks yang lebih emosional.
Dee turut melibatkan Kamga Mo sebagai vocal director. Kamga mengarahkan eksplorasi vokal dan ikut mengisi suara latar. Ia membangun harmoni vokal yang kaya sehingga lagu ini memiliki lapisan emosi yang lebih dalam tanpa kehilangan magisnya.
Versi Dewasa dengan Energi Baru
Versi terbaru ini menghadirkan nuansa yang lebih dewasa dan megah. Lagu ini tetap mengangkat tema tentang perjalanan manusia dalam mewujudkan mimpi, menemukan cinta, dan mencari tambatan hati. Tema universal tersebut membuat “Perahu Kertas” tetap relevan bagi generasi lama maupun pendengar baru.
Dee dan tim juga merilis video lirik bersamaan dengan peluncuran lagu. Mereka melibatkan para pembaca buku Dee Lestari yang menginterpretasikan lirik “Perahu Kertas”. Tim produksi memadukan footage tersebut dengan gambar Pantai Gili Trawangan. Visual itu menegaskan keindahan relasi manusia, baik dalam persahabatan maupun kisah cinta.
Lagu “Perahu Kertas” versi terbaru rilis serentak di berbagai platform streaming pada 28 Januari 2026, bersamaan dengan video liriknya. Lagu ini menjadi single kedua dari album solo ketiga Dee Lestari yang rencananya meluncur pada pertengahan 2026.
Lewat langkah ini, Dee Lestari menghidupkan kembali karya legendarisnya sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu penyanyi dan pencipta lagu garis depan Indonesia yang terus berani mengeksplorasi dan mengembangkan karyanya.