Beranda » Mustika » “Maaf yang Kutitipkan Pelan-Pelan”

“Maaf yang Kutitipkan Pelan-Pelan”

Permintaan Maaf

Oleh : Muhammad Hadiid Al Yasa

 

aku menuliskan maaf

KAI Perkuat Transportasi Inklusif, Stasiun Tanah Abang Jadi Percontohan

dengan tangan yang gemetar

bukan karena takut kehilangan kata,

tetapi karena takut kehilangan kamu

 

Tragedi di NTT dan Ironi Pendidikan: Makan Bergizi Gratis dan Buku Tulis

tak ada niatku

menjadikan sikapku pisau

atau perilakuku luka

jika akhirnya hatimu berdarah,

Cerita Eks WNI Pindah Negara: Polarisasi Politik Jadi Titik Balik

itu karena aku lalai menjaga diam

 

aku mencintaimu

sesederhana napas yang lupa disyukuri

sehangat pagi

di Tanah Tinggi,

tempat kamu tinggal

dan senyummu seperti jendela

yang selalu ingin aku pulang

 

maafkan aku

atas kata yang tak kupikirkan

atas diam yang keliru

atas ego yang lebih keras

daripada rinduku sendiri

 

percayalah,

aku tak pernah berniat menyakiti

aku hanya lelaki yang belajar

bagaimana caranya mencintai

tanpa melukai

 

jika cinta adalah hujan,

izinkan aku menjadi tanah

yang menadahmu dengan sabar

bukan badai

yang membuatmu ingin pergi

Artikel Terkait