Muatikatimes.com – Di balik gemerlap ibu kota dan hiruk-pikuk kehidupan urban Jakarta, ada ribuan cerita tentang masyarakat yang terjebak dalam tekanan ekonomi. Salah satunya datang dari jeratan pinjaman online. Bunga mencekik, teror penagihan, hingga tekanan psikologis menjadi realitas pahit yang dialami banyak orang—diam-diam, tanpa tahu harus mengadu ke siapa.
Di tengah kondisi itu, Sapala Consultant membuka kantor ketiganya di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026). Bukan sekadar ekspansi bisnis, kehadiran kantor baru ini membawa misi sosial: menjadi ruang aman bagi masyarakat yang terhimpit masalah finansial, khususnya akibat pinjol.
Owner Sapala Consultant, Rahmi Intan Yahya, mengungkapkan bahwa ide memperluas layanan konsultasi pinjol berangkat dari banyaknya curhat klien yang datang dalam kondisi tertekan, bahkan putus asa.
“Banyak yang datang ke kami bukan hanya soal uang, tapi juga mentalnya sudah hancur. Ada yang takut buka HP karena diteror debt collector, ada yang sampai depresi. Di situlah kami sadar, ini bukan sekadar bisnis, tapi soal kemanusiaan,” tutur Rahmi.
Sapala Consultant kini menyediakan layanan pendampingan bagi korban pinjol, baik legal maupun ilegal. Mulai dari edukasi hak debitur, pendampingan komunikasi dengan pihak penagih, hingga strategi penyelesaian utang yang realistis dan sesuai kemampuan klien.
Salah satu klien, sebut saja Rina (bukan nama sebenarnya), mengaku sempat terjerat lebih dari delapan aplikasi pinjol dengan total utang puluhan juta rupiah. Setiap hari ia mendapat puluhan telepon dan pesan ancaman.
“Saya sempat berpikir hidup saya sudah selesai. Tapi setelah konsultasi di Sapala, saya diajari pelan-pelan. Cara bicara ke penagih, mana yang legal, mana yang bisa dilaporkan. Sekarang hidup saya jauh lebih tenang,” kata Rina dengan mata berkaca-kaca.
Bagi Rahmi, kisah seperti Rina bukanlah satu-satunya. Justru itulah yang membuat Sapala Consultant terus berkembang, bukan karena keuntungan semata, tetapi karena dampak nyata yang dirasakan manusia di balik angka-angka utang.
Dengan kantor ketiga di Jakarta Pusat, Sapala Consultant ingin lebih dekat dengan masyarakat. Bukan hanya sebagai konsultan, tetapi sebagai teman seperjalanan bagi mereka yang sedang jatuh, agar bisa bangkit kembali.
“Kadang orang tidak butuh uang dulu, tapi butuh didengar. Dari situ baru kita bantu cari jalan keluar,” ujar Rahmi.
Di tengah maraknya pinjol yang semakin agresif, kehadiran Sapala Consultant menjadi secercah cahaya—bahwa selalu ada tempat untuk mengadu, dan selalu ada jalan untuk pulih.