Semarang, Mustikatimes.com – Kloter pertama jemaah haji asal Jawa Tengah dijadwalkan mulai bergerak pada April 2026. Keberangkatan ini menjadi bagian dari penyelenggaraan haji 2026 yang diwarnai peningkatan kuota jemaah.
“Insyaallah, keberangkatan kloter pertama akan dimulai pada 21 April 2026 menuju Solo atau pun ke Yogyakarta, dan pada 22 April 2026 akan diberangkatkan ke Arab Saudi,” kata Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah Fitriyanto.
Pada musim haji 2026, Jawa Tengah memperoleh kuota sebanyak 34.122 jemaah. Jumlah tersebut meningkat 3.745 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Fitriyanto menjelaskan, kuota haji Jawa Tengah terdiri dari jemaah haji reguler, prioritas lansia, pembimbing KBIHU, serta Petugas Haji Daerah dari Provinsi Jawa Tengah.
Ia menyebut, hingga Januari 2026 jumlah calon jemaah yang telah melakukan pelunasan biaya haji sudah melampaui kuota.
“Sampai Januari 2026, jumlah jemaah yang melakukan pelunasan sudah mencapai 34.518 orang, atau sekitar 102 persen dari kuota,” ujarnya.
Dengan capaian tersebut, ia optimistis seluruh kuota jemaah haji Jawa Tengah dapat diberangkatkan.
“Sehingga, Insyaallah kuota jemaah haji Jawa Tengah dapat diberangkatkan 100 persen, sepanjang tidak ada kendala seperti jemaah yang sakit, mundur, dan sebagainya,” terang Fitriyanto.
Ia juga mengungkapkan adanya perubahan mekanisme keberangkatan jemaah haji Jawa Tengah dan DIY pada 2026. Jika sebelumnya seluruh jemaah berangkat melalui Embarkasi Solo di Asrama Haji Donohudan, tahun ini keberangkatan dibagi menjadi dua titik.
“Untuk Jawa Tengah dan DIY yang sebelumnya seluruhnya melalui Embarkasi Solo di Asrama Haji Donohudan, tahun ini akan dibagi menjadi dua. Sekitar 81 persen jemaah akan tetap berangkat melalui Embarkasi Solo, sementara sisanya atau sekitar 25 kloter, akan diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA),” jelasnya.
Untuk embarkasi YIA, fasilitas asrama haji akan memanfaatkan hotel yang telah disiapkan, yakni Hotel Ibis dan Novotel. Maskapai yang digunakan tetap Garuda Indonesia dengan tipe pesawat Airbus A330 berkapasitas sekitar 360 penumpang.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menegaskan bahwa peningkatan kuota harus diiringi dengan kesiapan layanan yang lebih baik agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan.
“Kami harap penyelenggaraan 2026 bisa lebih baik lagi, dan kami yakin akan lebih baik,” kata Taj Yasin saat menerima Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Senin (12/1/2026).