Berita Ekonomi & Bisnis Mancanegara
Beranda » Mustika » Investor Global Kembali Lirik Indonesia Di Sektor Migas

Investor Global Kembali Lirik Indonesia Di Sektor Migas

Mustikatimes.com– Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sejumlah perusahaan migas kelas dunia kembali menunjukkan minat untuk menggarap potensi hulu migas di Indonesia. Minat tersebut meningkat seiring langkah pemerintah menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif dan fleksibel.

Kebijakan ini mendorong perusahaan migas yang sebelumnya sempat hengkang dari Indonesia untuk kembali melirik peluang investasi. Pemerintah kini membuka ruang yang lebih luas melalui berbagai skema kerja sama dan insentif fiskal.

Skema PSC Cost Recovery Kembali Diminati

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyebut peningkatan minat investor terjadi sejak pemerintah mengaktifkan kembali skema kontrak bagi hasil Production Sharing Contract (PSC) cost recovery, di samping tetap menjalankan skema Gross Split.

Menurut Laode, sebelumnya pemerintah lebih mengutamakan skema Gross Split dan membatasi penggunaan PSC cost recovery. Namun kini, pemerintah menjalankan kedua skema tersebut secara paralel dan melengkapinya dengan berbagai insentif.

Lagu “Di Udara”, Cara ERK Merawat Ingatan Tentang Munir

“Sebelumnya PSC cost recovery kita batasi dan lebih berpihak ke Gross Split. Sekarang dua-duanya kita jalankan dan kita beri insentif. Akibatnya, pelaku lama yang dulu keluar mulai tertarik untuk kembali karena melihat fiscal term-nya menarik,” ujar Laode di Jakarta, Senin (29/12/2025).

Perusahaan Migas dari Berbagai Kawasan Masuk

Laode menegaskan Indonesia masih menjadi tujuan investasi yang menarik bagi perusahaan migas global. Minat tersebut datang dari berbagai kawasan, mulai dari Eropa, Asia, hingga Timur Tengah.

Ia mencontohkan sejumlah perusahaan besar yang telah beroperasi atau menunjukkan ketertarikan, seperti ENI dari Italia, Petronas dari Malaysia, PetroChina, hingga Mubadala dari Timur Tengah. Menurutnya, kehadiran perusahaan lintas negara ini menunjukkan daya saing sektor migas Indonesia tetap terjaga.

SKK Migas Catat 25 Perusahaan Tertarik Masuk

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan setidaknya terdapat 25 perusahaan yang menyatakan ketertarikan untuk masuk ke proyek migas Indonesia. Beberapa di antaranya merupakan perusahaan migas raksasa dunia.

Bio Paulin Bikin Pasuruan United Tampil Dominan Tanpa Kebobolan

“Ada TotalEnergies, Chevron sudah berkomitmen datang untuk melihat potensi besar. Shell juga sudah mulai tertarik,” kata Djoko saat ditemui di sela The 49th IPA Convention and Exhibition di ICE BSD, Tangerang.

Djoko menilai kembalinya minat perusahaan-perusahaan besar tersebut menandakan daya tarik investasi migas Indonesia masih kuat. Selain itu, Indonesia juga masih memiliki cadangan dan potensi migas yang cukup besar untuk dikembangkan.

Perbaikan Data dan Regulasi Jadi Daya Tarik

Untuk mendukung masuknya investor, SKK Migas terus memperbaiki kualitas data setiap wilayah kerja. Langkah ini bertujuan memudahkan investor dalam melakukan evaluasi dan pengambilan keputusan.

“Kami sudah mulai menerapkan regulasi open data. Teknologi juga semakin maju, sehingga investor bisa melihat potensi dengan lebih jelas. Selain itu, fiscal terms sekarang sangat fleksibel, perizinan didukung penuh pemerintah, dan target kami jelas, yakni meningkatkan produksi,” jelas Djoko.

Fajar Sadboy Jadi Sorotan di Web Series “Yang Penting Ada Cinta”

Ia menambahkan, pemerintah membuka peluang bagi semua teknologi yang dapat mendorong peningkatan produksi migas nasional. Kombinasi kebijakan tersebut menjadi faktor utama yang menarik minat investor global kembali ke Indonesia.

Artikel Terkait