Mustikatimes.com– Pengguna Gmail perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap modus peretasan baru yang semakin marak. Google secara langsung mengeluarkan peringatan melalui blog resminya terkait berbagai penipuan yang kerap menyasar layanan Gmail.
Salah satu modus yang paling sering muncul ialah e-mail palsu dengan judul “Online Reward Program” atau “Penghargaan Program Online.” Pesan ini sengaja memancing rasa penasaran dan euforia pengguna.
Modus Hadiah Palsu Incar Data Pengguna
Google menegaskan bahwa pelaku kejahatan merancang e-mail tersebut untuk mencuri data pribadi. Melalui pesan palsu itu, pelaku mengklaim Google telah mencatat miliaran pencarian dan memilih pengguna tertentu sebagai penerima hadiah.
Isi pesan biasanya berbunyi, “Selamat, Anda adalah pengguna Google yang beruntung. Setiap 10 juta kali pencarian di seluruh dunia, kami memberikan hadiah sebagai tanda terima kasih.” Klaim tersebut tidak memiliki dasar apa pun.
Tautan Berbahaya Jadi Senjata Utama
Pelaku kejahatan menyisipkan tautan berbahaya di dalam e-mail tersebut. Google mengingatkan pengguna agar tidak membuka link tersebut. Saat pengguna mengklik tautan itu, peretas bisa langsung mengakses dan mencuri data pribadi korban.
Selain mencuri identitas, tautan tersebut kerap membawa malware atau virus pengintai. Dalam sejumlah kasus, pelaku bahkan dapat menguras uang korban, sebagaimana dilaporkan Gizchina, Rabu (24/12/2025).
Google Tak Pernah Bagi Hadiah Lewat E-mail
Google kembali menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah membagikan hadiah dengan meminta pengguna mengisi survei atau menyerahkan data pribadi. Penegasan ini juga berlaku untuk penipuan berbasis notifikasi yang muncul tiba-tiba dan menawarkan iming-iming hadiah.
“Pengguna tidak akan memenangkan hadiah dengan mengisi survei atau memasukkan data pribadi. Tutup jendela notifikasi tersebut dan jangan pernah memberikan data personal,” tegas Google.
Tiga Langkah Agar Terhindar dari Penipuan Online
Untuk menghindari penipuan online, Google membagikan tiga langkah utama kepada pengguna. Pertama, pengguna perlu mencermati setiap pesan yang masuk. Penipu sering menciptakan situasi mendesak agar korban bertindak tergesa-gesa.
Kedua, pengguna perlu melakukan riset. Saat menerima pesan mencurigakan, pengguna sebaiknya menilai kembali apakah penawaran tersebut masuk akal. Ketiga, pengguna harus menolak semua permintaan data pribadi atau pembayaran. Perusahaan resmi tidak pernah meminta informasi sensitif melalui e-mail atau tautan mencurigakan.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan sikap kritis, pengguna Gmail dapat melindungi diri dari berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang.